Catering Harian Bekasi 

1. Pendahuluan
1.1 Latar Belakang Masalah
Perkembangan bisnis online adalah dampak dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin menjadi tuntutan di dunia bisnis. Demikian pula di Indonesia, dengan berkembangnya berbagai teknologi
informasi dan komunikasi yang terlihat dari populernya koneksi internet dengan harga terjangkau dari berbagai penyedia jasa telekomunikasi maupun semakin terjangkaunya harga telepon dan tablet pc, internet bukan lagi barang aneh bagi kebanyakan orang. Menurut APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia), pengguna internet di Indonesia pada bulan April 2018 [1] telah terdata sekitar 63 juta orang, namun demikian bukan tidak mungkin saat ini sesungguhnya angka ini belum merupakan total yang akurat karena pengguna seperti tukang becak maupun pembantu telah menggunakan internet yang terlihat dari penggunaan Facebook mereka. Penetrasi internet di Indonesia saat ini juga telah mencapai 22% [1] yang mencerminkan betapa internet sudah merasuk di kalangan masyarakat Indonesia dengan gencar.

Konsumen yang semakin terlatih dan terdidik dengan penggunaan internet menjadi pasar yang potensial bagi banyak bisnis. Sebaliknya, bagi para pebisnis lokal, “go online” menjadi salah satu cara untuk meningkatkan pelayanan bagi konsumen yang mereka miliki, dan memperluas jangkauan untuk menambah konsumen baru. Untuk bisnis kuliner, ketersediaan teknologi informasi dan komunikasi dapat dimanfaatkan untuk kedua tujuan tersebut. Yang termasuk bisnis kuliner antara lain adalah restoran, toko kue, toko camilan, café dan catering yang bisa memberikan jasa dan produknya bagi pengguna akhir maupun penjual perantara. Secara khusus tulisan ini akan membahas bagimanasarana sistem informasi online dapat dikembangkan untuk pengelolaan bisnis catering.

Catering Harian bekasi

Catering (catering) pada kamus bahasa Inggris [2] didefinisikan sebagai penyedia makanan dan jasa untuk sebuah acara atau pesta. Bisnis catering pada umumnya adalah bisnis lokal yang melayani hanya pasar lokal yang masih bisa dengan mudah dijangkau melalui angkutan darat. Hal ini dikarenakan sifat dari bisnis catering yang membutuhkan persiapan yang sangat intensif sebelum acara yang dilayani berlangsung. Di Indonesia, bisnis catering kebanyakan berasal dari bisnis rumahan, yang banyak mengandalkan promosi dari mulut ke mulut dari kenalan sendiri, atau pemasaran melalui brosur kepada calon pelanggan. Pemanfaatan sistem informasi yang dapat diakses secara online dapat meningkatkan pelayanan pelanggan maupun menjangkau pelanggan baru sehingga dapat meningkatkan kinerja bisnis. Penelitian ini berfokus pada pemecahan masalah untuk pengelolaan bisnis kuliner, dengan pengembangan Sistem Informasi Manajemen Bisnis Catering Online.

 

1.2 Rumusan Masalah
Tantangan sebuah bisnis catering adalah pengelolaan sumberdaya manusia dan peralatan yang efektif serta efisien. Beberapa masalah yang umum dihadapi oleh bisnis catering adalah bagaimana menangani pemesanan dari calon pelanggan yang ingin mengetahui detil makanan yang tersedia, menu yang dapat dirancang sesuai dengan anggaran, maupun identifikasi dan penelusuran order dari pelanggan tanpa salah maupun dengan kesalahan yang seminimum mungkin. Volume order yang meningkat juga dapat menimbulkan masalah baru, yaitu bagaimana karyawan, dan peralatan/perlengkapan dapat terjadwal dengan baik, dan semua order dapat tertangani dengan efektif. Selain itu, dibagian pengadaan bahan baku makanan, dibutuhkan juga perhitungan yang akurat untuk kebutuhan bahan baku dari makanan yang dipesan sehingga bahan baku tidak terbuang percuma karena berlebihan atau kekurangan saat akan dipersiapkan sehingga menghabiskan waktu untuk membeli bahan tambahan. Sistem Informasi yang dibuat di dalam penelitian ini dirancang untuk menjadi
solusi bagi bisnis catering, dengan studi kasus pada Anggun Catering.

 

1.3 Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah dan latar belakang dari penelitian ini, maka tujuan penelitian adalah sebagai berikut:
1. Merancang sebuah sistem yang dapat menangani pengelolaan order atau pesanan, pengelolaan bahan makanan, dan pengelolaan alat catering dari bisnis kuliner online Catering Harian Dapur sadewa.
2. Membangun sebuah sistem yang dapat memenuhi kebutuhan pengguna dalam menjalankan bisnis online Catering Harian Dapur sadewa.
3. Mengimplementasikan sistem yang sesuai dengan kebutuhan bisnis online Anggun Catering, sehingga pengguna yaitu pemilik dan pelanggan dapat menggunakan dan mengakses aplikasi ini dengan mudah dan aman.

2. Kajian Pustaka
Catering adalah kegiatan usaha yang menyediakan makan dan pelayanan [3]. Pengelolaan bisnis catering melibatkan banyak aspek, baik itu yang berbasis bisnis rumahan atau bisnis berskala besar/korporasi. Pada umumnya, catering yang merupakan bisnis rumahan cenderung dikelola dengan pengalaman yang terbatas, polis asuransi yang lebih kecil dan kurangnya pengetahuan tentang sanitasi yang layak. Kompetisi bisnis catering yang merupakan rumahan biasanya milik perorangan, dan terkadang menjadi pesaing yang lebih diuntungkan dibandingkan dengan catering yang sudah berlisensi, karena catering rumahan tidak dikenai biaya yang sama, memiliki biaya yang rendah, dan dapat menetapkan harga yang lebih rendah. Jika pebisnis memilih catering rumahan dengan catering berskala besar perlu mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut

1. Regulasi departemen kesehatan.
2. Pertimbangan untuk menyewa/membuat dapur dengan ukuran yang sesuai.
3. Keterbatasan kapasitas dapur untuk melayani jumlah dan jenis acara.
4. Potensi pengembangan bisnis rumahan.
5. Kebutuhan perlengkapan meja dan berbagai aturan dasar.
6. Potensi sentuhan pribadi dalam bisnis.

7. Tuntutan perhatian penuh terhadap pelayanan pelanggan (Hal ini sama pentingnya dengan kelezatan makanan).
8. Tuntutan perhatian lebih terhadap pilihan menu untuk melayani acara yang berskala besar.
9. Kebutuhan adanya koki pribadi.

Untuk menjalankan bisnis catering yang sukses, diperlukan pengetahuan manajemen pemasaran untuk mencapai keberhasilan [4]. Hal yang palingmendasar, yaitu bisnis catering perlu memahami karakter produk dan pelanggan sehingga dapat meningkatkan daya saing dan mencari terobosan pemasaran. Menurut teori pemasaran konvensional, keberhasilan pemasaran suatu produk
sangat ditentukan oleh bauran 4P, yaitu
1.Product, yaitu besar daya tarik produk yang ditawarkan;

(2) Price, yaitu harga yang cukup bersaing;

(3) Place, kemudahan untuk mendapatkan informasi usaha catering dan melakukan pemesanan; dan

(4) Promotion, yaitu seberapa jauh upaya melakukan pengenalan produk kepada calon konsumen. Keempat faktor penentu tersebut dikendalikan oleh pemilik usaha catering
sendiri. Dalam aplikasinya, keempat faktor tersebut dapat diterjemahkan sebagai berikut:

Bauran produk

(product) untuk usaha catering adalah hal-hal yang terkait dengan makanan yang disajikan. Gizi makanan bukanlah fokus yang menjadi penekanan bisnis catering dan bisa diabaikan karena tidak terlalu penting bagi
kebanyakan pelanggan. Aspek yang penting adalah komposisi menu, kombinasi makanan, cita rasa masakan, bahan, warna, maupun tekstur dari makanan. Rangkaian set menu yang lengkap dari pembuka sampai penutup, juga menjadi aspek yang penting. Penampilan makanan tidak kalah pentingnya karena perlu terlihat menarik, sehingga para tamu acara bisa menikmati keindahannya [4].
Sehubungan dengan fitur pemesanan online, ini berarti penting bagi konsumen untuk bisa melihat gambar-gambar dari makanan dan minuman yang bisa mereka pesan.

Bauran harga

(price) juga menjadi sangat penting yaitu bagaimana harga bisa bersaing dengan sesama pesaing tanpa menjadi rugi. Jadi menetapkan harga bersaing tidak berarti menetapkan harga semurah-murahnya. Apabila pemilik bisnis catering bisa membuat perhitungan yang akurat dari biayanya dan juga biaya belanja bahan baku, ini akan sangat membantu. Selain dari faktor harga, kemudahan pembayaran pun akan menjadi faktor penentu [4], oleh karena itu fitur untuk pembayaran perlu disediakan untuk kemudahan bagi konsumen, khususnya untuk jalur pemesanan online

Bauran tempat

(place) dan promosi (promotion) untuk bisnis catering pun akan menjadi penentu kesuksesan bisnis. Kemudahan meng-akses informasi maupun melihat promosi yang sedang berlaku pada waktu tertentu dapat menjadi
dorongan untuk konsumen memilih jasa catering yang diinginkan. Untuk kedua bauran ini, banyak cara yang bisa diambil, contohnya lokasi kantor pemesanan yang mudah, upaya promosi melalui mulut ke mulut, maupun melalui berbagai media. Keberadaan sistem informasi yang dapat membantu kedua kegiatan ini akan dapat membantu bisnis catering dalam meningkatkan jangkauan maupun pelayanannya, dan pada akhirnya membantu meningkatkan keuntungan dari bisnis.

3. Analisis dan Rancangan Sistem
Dengan memahami situasi yang dihadapi oleh bisnis Anggun Catering, dan memahami jenis layanan dan fitur yang dapat dibuat untuk sistem informasi manajemen catering ini, pembuatan dan pengembangan aplikasi akan menjadi lebih terfokus dan bersifat strategis. Selain itu, pemahaman proses bisnis yang dijalankan oleh Anggun Catering akan membantu perancangan sistem informasi yang lebih efektif. Berikut ini adalah hasil dari analisis dan rancangan sistem.

3.1 Analisis Proses Bisnis Anggun Catering Proses bisnis yang berjalan di Anggun Catering dapat dijabarkan sebagai
berikut

1. Proses bisnis berawal saat Customer melakukan order pesanan Catering kepada Pemilik Catering atau Owner dari Anggun Catering. Customer memesan order catering pada tanggal tertentu.
2. Pemilik Catering akan menyanggupi atau tidak untuk menerima pesanan pada tanggal tersebut. Owner dapat menyatakan tidak dapat menyanggupi pesanan jika sedang banyak order pada tanggal tersebut.
3. Jika Owner tidak menyanggupi order, Customer dapat membuat pesanan untuk tanggal lain atau proses bisnis selesai.
4. Jika Owner menerima, maka Owner akan mencatat informasi detail untuk order catering dari Customer. Data detail yang diminta berupa anggaran, menu, tempat acara, dan catatan lain yang dibutuhkan untuk kepentingan order pesanan catering.